Jakarta, 2 September 2025 – Ketua Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak Universitas Darunnajah, Azrul Azmani, S.Pd.I., M.M., turut serta dalam pelatihan penguatan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah III. Pelatihan ini berfokus pada implementasi Permendikbud Nomor 53 Tahun 2020 tentang Penjaminan Mutu di Perguruan Tinggi. Acara ini berlangsung pada hari Senin dan Selasa, 1-2 September 2025, di Hotel bilangan Simatupang Jakarta Selatan, yang dihadiri oleh 12 utusan lainnya dari Universitas Darunnajah dan pengelola dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan para pengelola program studi dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang efektif, sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Melalui pelatihan ini, para peserta diberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya kualitas dalam pendidikan tinggi dan bagaimana cara mengelola program studi dengan sistem penjaminan mutu yang transparan, terukur, dan sesuai dengan standar yang berlaku.
Selama dua hari pelatihan, berbagai topik materi disampaikan oleh para pakar dan praktisi di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi. Beberapa materi yang dibahas mencakup penerapan SPMI secara menyeluruh, dari kebijakan hingga evaluasi hasil implementasi, serta cara mengevaluasi kinerja program studi dan perguruan tinggi. Para peserta juga diberi wawasan mengenai strategi implementasi kebijakan penjaminan mutu yang melibatkan seluruh stakeholder pendidikan, termasuk pengelola kurikulum, dosen, dan mahasiswa.
Tak kalah pentingnya, pelatihan ini juga membuka ruang diskusi yang produktif antara pengelola perguruan tinggi dari berbagai latar belakang. Melalui sesi diskusi ini, peserta berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penguatan kualitas akademik dan non-akademik. Salah satu fokus utama dalam diskusi adalah bagaimana mengintegrasikan kebijakan penjaminan mutu dengan praktik pembelajaran yang efektif di kelas serta kegiatan non-akademik yang turut mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa.
Azrul Azmani, yang hadir mewakili Universitas Darunnajah, mengungkapkan harapannya bahwa pelatihan ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan sistem penjaminan mutu internal di program studi yang dipimpinnya. “Pelatihan ini sangat relevan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan program studi. Saya berharap dapat mengimplementasikan berbagai strategi dan kebijakan yang didapatkan di sini untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Universitas Darunnajah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Azrul menambahkan bahwa penguatan sistem penjaminan mutu di program studi bukan hanya sekedar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang unggul dan berdaya saing. Dalam dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, kualitas pendidikan yang terjaga dengan baik melalui SPMI menjadi salah satu faktor kunci dalam menarik minat mahasiswa baru dan meningkatkan reputasi perguruan tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Pelatihan ini juga memperkenalkan kepada para peserta berbagai metode evaluasi yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian dan kinerja program studi serta dampaknya terhadap kualitas lulusan. Evaluasi ini melibatkan pengukuran capaian pembelajaran yang berbasis pada standar nasional pendidikan tinggi, serta menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses penjaminan mutu.
Selain itu, pelatihan ini juga memfasilitasi peserta untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam implementasi SPMI, terutama dalam menyusun dokumen penjaminan mutu yang sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses evaluasi dan pengelolaan mutu pendidikan.
Para peserta diharapkan dapat membawa pulang pengetahuan yang didapatkan dari pelatihan ini untuk diterapkan di perguruan tinggi masing-masing. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik tentang SPMI dan implementasinya, diharapkan seluruh program studi di Indonesia dapat meningkatkan standar mutu pendidikan yang lebih tinggi, yang pada gilirannya akan menghasilkan lulusan yang lebih kompeten dan siap menghadapi tantangan global.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya LLDikti Wilayah III untuk terus mendukung penguatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia melalui peningkatan sistem penjaminan mutu internal di setiap perguruan tinggi. Dengan komitmen yang kuat dari para pengelola perguruan tinggi, diharapkan SPMI dapat diimplementasikan dengan lebih optimal, menciptakan perguruan tinggi yang lebih berkualitas dan berstandar tinggi dalam dunia pendidikan tinggi Indonesia.




