Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak Bekali Calon Mahasiswa UDN

Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak Bekali Calon Mahasiswa UDN
Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak Bekali Calon Mahasiswa UDN

Hadapi Era Digital, Guru Baru Darunnajah Dibekali Wawasan Teknologi dan Adaptasi Zaman

Jakarta, Sabtu (19/7/2026) — Rangkaian Pembekalan Guru Baru Pondok Pesantren Darunnajah Tahun Ajaran 2025–2026 memasuki hari kedua dengan menghadirkan sesi yang menyoroti tantangan adaptasi teknologi bagi generasi pendidik muda. Bertempat di GOR Darunnajah pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB, sesi ini diisi oleh Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Azrul Azmani, S.Pd.I., M.M., yang tampil di hadapan ratusan calon guru pengabdian, alumni Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor.

Dalam paparannya, Azrul Azmani menekankan bahwa para peserta tengah menghadapi beberapa transisi besar yang terjadi secara bersamaan. Mereka baru saja beralih peran dari santri menjadi guru, berpindah dari lingkungan Gontor ke budaya organisasi Darunnajah, serta harus menyesuaikan diri dari kehidupan pondok yang jauh dari gadget menuju dunia digital yang serba terhubung. Ditambah lagi, banyak dari mereka juga mengalami perpindahan geografis dari daerah asal seperti Ponorogo menuju hiruk-pikuk Ibu Kota Jakarta.

Azrul mengajak para guru baru untuk tidak memandang perubahan ini sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk bertumbuh. Ia menjelaskan bahwa penguasaan teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar bagi seorang pendidik di era sekarang. Menurutnya, guru yang melek digital akan lebih mudah membangun kedekatan dengan santri generasi baru yang tumbuh bersama teknologi, sekaligus mampu memanfaatkan berbagai alat bantu digital untuk mendukung proses belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik.

Lebih lanjut, ia menyampaikan pentingnya berpikir kritis dalam menghadapi derasnya arus informasi di dunia digital. Azrul mengingatkan bahwa kemudahan akses internet membawa konsekuensi berupa banjir informasi yang tidak semuanya benar dan relevan. Ia mendorong para guru baru untuk membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum menerimanya secara mentah-mentah, agar kelak mampu menanamkan kebiasaan berpikir kritis yang sama kepada para santri yang mereka didik.

Sesi yang berlangsung selama dua jam ini turut diselingi diskusi interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi adaptasi teknologi dalam kegiatan belajar-mengajar di pesantren, termasuk bagaimana menyeimbangkan nilai-nilai kepesantrenan yang kental dengan tuntutan digitalisasi pendidikan masa kini. Azrul Azmani menutup sesinya dengan pesan agar para calon guru pengabdian menjadikan setiap perubahan yang mereka hadapi sebagai proses pematangan diri, baik secara keilmuan, mental, maupun spiritual, sebelum benar-benar terjun mendidik generasi santri di lingkungan Darunnajah.

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.

prodirpl



chat 0 Komentar

edit Tinggalkan Komentar

Surel tidak akan ditampilkan ke publik.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.