Mengabdi Sambil Berkuliah: Guru Baru Darunnajah Dikenalkan Peluang Studi di Universitas Darunnajah

Mengabdi Sambil Berkuliah: Guru Baru Darunnajah Dikenalkan Peluang Studi di Universitas Darunnajah
Mengabdi Sambil Berkuliah: Guru Baru Darunnajah Dikenalkan Peluang Studi di Universitas Darunnajah

Jakarta, Sabtu (19/7/2026) — Rangkaian Pembekalan Guru Baru Pondok Pesantren Darunnajah Tahun Ajaran 2025–2026 kembali berlanjut dengan sesi yang mengupas tuntas seluk-beluk Universitas Darunnajah. Bertempat di GOR Darunnajah, sesi yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini diisi oleh Kaprodi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), Azrul Azmani, S.Pd.I., M.M., di hadapan ratusan calon guru pengabdian yang merupakan alumni Kulliyatul Mu’allimin al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor.

Mengawali paparannya, Azrul Azmani membawa para peserta menyusuri perjalanan panjang Universitas Darunnajah, mulai dari embrio lembaga pendidikan tinggi yang dirintis oleh para pendiri pesantren hingga tumbuh menjadi perguruan tinggi yang berdiri kokoh seperti sekarang. Ia menekankan bahwa keberadaan universitas ini merupakan buah dari visi jangka panjang para pendiri Darunnajah yang ingin memastikan keberlanjutan pendidikan santri tidak berhenti di jenjang pesantren, melainkan berlanjut hingga ke tingkat akademik yang lebih tinggi.

Azrul kemudian memaparkan berbagai program studi yang tersedia di Universitas Darunnajah, lengkap dengan fakultas, jurusan, serta prospek karier masing-masing. Ia mengajak para guru baru untuk mengenal lebih dekat pilihan-pilihan bidang keilmuan yang bisa mereka tekuni, sekaligus menyesuaikannya dengan minat maupun kebutuhan pengembangan diri sebagai calon pendidik profesional.

Salah satu bagian yang paling dinantikan dalam sesi ini adalah penjelasan mengenai peluang melanjutkan pendidikan bagi para guru pengabdian. Azrul menegaskan bahwa mengabdi dan berkuliah bukanlah dua hal yang harus dipilih salah satu, melainkan dapat dijalani secara beriringan. Ia memaparkan skema perkuliahan yang fleksibel bagi guru pengabdian, termasuk ketersediaan program beasiswa serta jalur khusus yang dirancang agar para guru tetap dapat menjalankan tugas mengajar tanpa mengorbankan kesempatan menempuh gelar sarjana.

Lebih jauh, Azrul menyampaikan bahwa terdapat sinergi erat antara pesantren dan universitas, di mana para guru pengabdian juga berpeluang untuk turut berkontribusi di ranah akademik kampus, baik dalam kegiatan kemahasiswaan, pendampingan, maupun aktivitas keilmuan lainnya. Ia juga mengingatkan bahwa berbagai fasilitas dan sumber daya universitas seperti perpustakaan, laboratorium, hingga akses ke jurnal-jurnal ilmiah, terbuka untuk dimanfaatkan oleh para guru guna menunjang pengembangan kompetensi mereka. Tak hanya itu, universitas juga secara rutin menyelenggarakan pelatihan, seminar, dan workshop yang dapat diikuti para guru untuk terus mengasah kemampuan profesional maupun akademik.

Untuk memperkuat motivasi peserta, sesi ini turut menghadirkan testimoni dari guru pengabdian yang telah berhasil menyelesaikan studi di Universitas Darunnajah. Kisah perjuangan mereka dalam membagi waktu antara mengajar dan berkuliah menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang bagi siapa pun yang memiliki tekad kuat untuk terus belajar.

Di penghujung sesi, Azrul Azmani menyampaikan pesan yang menjadi penutup sekaligus penyemangat bagi seluruh peserta, bahwa masa pengabdian bukanlah akhir dari perjalanan akademik seorang santri, melainkan justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih tinggi. Ia berharap para guru baru dapat memandang masa pengabdian ini sebagai kesempatan emas untuk bertumbuh, baik sebagai pendidik maupun sebagai pribadi yang terus mengembangkan keilmuan hingga jenjang yang lebih tinggi di Universitas Darunnajah.

Add Universitas Darunnajah as a preferred source on Google.

prodirpl



chat 0 Komentar

edit Tinggalkan Komentar

Surel tidak akan ditampilkan ke publik.

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.