Jakarta — Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Universitas Darunnajah turut ambil bagian dalam rangkaian Audit Mutu Internal (AMI) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Darunnajah. Kegiatan ini mengusung semangat “Mewujudkan Mutu Unggul, Budaya Audit, dan Perbaikan Berkelanjutan” sebagai upaya berkesinambungan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di lingkungan Universitas Darunnajah.
Rangkaian AMI tahun ini dimulai dengan masa pengisian Evaluasi Mutu Internal (EMI) yang berlangsung pada 22–25 Juli 2026, di mana setiap program studi, termasuk Prodi RPL, diwajibkan melakukan evaluasi mandiri atas capaian kinerja dan standar mutu yang telah ditetapkan. Kaprodi RPL, Azrul Azmani, S.Pd.I., M.M., menyampaikan bahwa proses pengisian EMI menjadi momentum penting bagi program studi untuk melakukan refleksi menyeluruh terhadap capaian selama satu tahun terakhir, mulai dari aspek kurikulum, proses pembelajaran, hingga capaian kompetensi lulusan.
Selanjutnya, pada 23 Juli 2026 digelar sesi Refreshment Auditor yang bertujuan menyegarkan kembali pemahaman para auditor internal mengenai standar dan instrumen audit terbaru sebelum terjun langsung melaksanakan proses audit ke masing-masing unit dan program studi. Azrul Azmani menilai kegiatan ini penting untuk memastikan proses audit berjalan objektif, terstandar, dan memberikan hasil yang benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan.
Memasuki tahap inti, Masa Audit Mutu Internal dijadwalkan berlangsung pada 27 Juli hingga 1 Agustus 2026. Pada masa ini, Prodi RPL turut menjadi salah satu program studi yang diaudit langsung oleh tim auditor LPM Universitas Darunnajah. Azrul Azmani bersama jajaran pengelola Prodi RPL menyambut proses audit tersebut secara terbuka, dengan menyiapkan seluruh dokumen pendukung serta bukti-bukti capaian standar mutu yang telah dijalankan sepanjang tahun ajaran berjalan.
Azrul menegaskan bahwa keterlibatan aktif Prodi RPL dalam proses AMI bukan semata memenuhi kewajiban administratif, melainkan wujud komitmen program studi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa hasil audit nantinya akan menjadi bahan evaluasi berharga bagi Prodi RPL untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran, relevansi kurikulum dengan perkembangan teknologi informasi, serta kesiapan lulusan dalam menghadapi kebutuhan industri digital yang terus berkembang.
Setelah proses audit rampung, tim auditor akan menyusun Laporan AMI pada 3–6 Agustus 2026, yang selanjutnya dibahas dalam Rapat Tinjauan Manajemen pada 7 Agustus 2026. Forum ini akan mempertemukan pimpinan universitas, LPM, serta perwakilan program studi, termasuk Prodi RPL, guna membahas temuan audit dan merumuskan langkah tindak lanjut perbaikan mutu secara menyeluruh.
Azrul Azmani berharap, melalui rangkaian AMI ini, Prodi RPL dapat terus menunjukkan pertumbuhan mutu yang konsisten dari tahun ke tahun. Ia turut mengajak seluruh dosen dan tenaga kependidikan di lingkungan Prodi RPL untuk menjadikan proses audit bukan sebagai formalitas semata, melainkan sebagai sarana evaluasi diri yang konstruktif demi mewujudkan program studi yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.



chat 0 Komentar